99 Tanya Jawab Seputar Shalat

Sholat Dengan Qunut, Menambah Sayyidina Sebelum Nama Nabi Adalah Bid’ah

BENARKAH???

Kok  Semua Serba Dilarang? Berarti Semua Amalan Yang Dikerjakan Selama Ini Sia – Sia? Bahkan Tidak Berpahala Malah Berdosa?

Padahal Amalan Yang Pertama Kali Dihisab Adalah Sholat

Hati – Hati Dalam Beramal. Mari Kita Beramal Dengan Ilmu, Jangan Asal Beramal Agar Tidak Percuma. 

  •  Lalai Tidak Menjaga Waktu Shalat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan menyebut shalatnya orang munafik. Dia secara sengaja menunda-nunda waktu shalat, hingga mendekati berakhirnya waktu shalat.
  •  Lalai Tidak Memperhatikan Rukun Shalat. Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu menceritakan, ada seseorang yang masuk masjid dan shalat 2 rakaat. Seusai shalat, dia mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang kala itu ada di masjid. Namun Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruhnya untuk mengulangi shalatnya. “Ulangilah shalatmu karena shalatmu batal”. Orang inipun mengulangi shalat dan datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tapi beliau tetap menyuruh orang ini untuk mengulangi shalatnya. Ini terjadi sampai 3 kali. Hingga orang ini putus asa dan menyatakan, “Demi yang mengutusmu membawa kebenaran, aku tidak bisa melakukan shalat sebaik dari itu. Makanya ajarilah aku!”
  • Kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan cara shalat yang benar kepada orang ini. Beliau mengajarkan, “Jika engkau mulai shalat, maka bertakbirlah. Kemudian bacalah ayat Al Qur’an yang mudah bagimu. Lalu ruku’lah dan sertaithuma’ninah ketika ruku’. Lalu bangkitlah dan beri’tidallah dengan berdiri sempurna. Kemudian sujudlah sertai thuma’ninah ketika sujud. Kemudian bangkitlah dan duduk antara dua sujud sambil thuma’ninah. Kemudian sujud kembali sambil disertai thuma’ninah ketika sujud. Lakukan seperti itu dalam setiap shalatmu.” (HR. Bukhari 793 dan Muslim 397).

Celakalah orang-orang yang shalat, yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya. (QS. al-Ma’un: 4 -5).

Banyak Amalan – Amalan yang Masih Suka Diperdebatkan seperti :

=> Apakah Sholat Subuh Tidak Boleh Pakai Qunut?

=> Apakah Hukum Sholat Tidak Pakai Niat Ushalli?

=> Apakah Pakai Allahu Akbar Kabira Atau Pakai Alahumma Ba’it Baini?

=> Apakah Kita Baca Al Fatihah Atau Tidak Jika Menjadi Makmum?

=> Bagaimana Sholat Orang Yang Tidak Thuma’ninah?

=>  Apakah ketika bangun dari sujud itu langsung tegak berdiri atau duduk istirahat sejenak?

=> Apakah Boleh Berdoa Bahasa Indonesia Dalam Sholat?

Kalau Semuanya Serba Bid’ah Serba Dilarang, Jadi DOSA Dong? Jadinya Mana Yang Di Benar Mana Yang Salah? 

Dulupun Saya Bingung Dengan Amalan-Amalan Tersebut Dan Menjadi Pertanyaan Yang Tidak Terjawabkan. Mana Yang Boleh Saya Lakukan, Mana Yang Tidak Boleh Dilakukan…

Sekarang Saya Sudah Menemukan Jawaban Terbaiknya Yaitu Melalui Buku “99 Tanya Jawab Seputar Sholat” Karya Ustadz Abdul Shomad. Bersiaplah untuk sebuah perubahan sikap. Buku ini dikemas dalam bentuk tanya-jawab untuk memudahkan pembaca. Biasanya, ketika membaca pertanyaan, akal bekerja ingin mencari jawaban, saat itulah jawaban datang, mudah-mudahan lebih merasuk ke dalam hati dan akal. 

Buku ini tidak ingin menambah bingung atau menggiring Anda kepada mazhab tertentu. Penulisnya mengajak kita untuk melihat pendapat para ulama sebagai solusi utama. 

Alhamdulillah berkat wasilah buku ini ilmu saya nenjadi bertambah dan sayapun menjadi yakin bahwa amalan yang sebelumnya saya ragu insyaallah diterima Allah SWT

Memperkenalkan Buku “99 Tanya Jawab Seputar Shalat”

2167

Buku Sudah Terjual Dalam 1 Bulan

Mengapa Anda Perlu Membaca Buku “99 Tanya Jawab eputar Shalat” Ini?

Pertama, buku ini membahas masalah-masalah yang populer di tengah masyarakat.

Kedua, buku ini disusun dengan mengemukakan dalil dan pendapat para ulama yang mu’tabar.

Ketiga, pendapat para ulama dituliskan lengkap dengan teksnya agar para penuntut ilmu dapat melihat dan mengkaji kembali, menghidupkan semangat mendalami bahasa Arab dan menggali ilmu dari referensi aslinya. Ummat yang memiliki pemahaman yang kuat dan pengetahuan mendalam dari Turats (kitab-kitab klasik), berakar ke bawah dan berpucuk ke atas, bukan kiambang yang mudah terbawa arus air.

Keempat, buku ini tidak ingin menggiring pembacanya kepada mazhab tertentu. Yang diharapkanlah hanyalah agar setelah melihat pendapat para ulama, kita lebih memahami perbedaan. Menghormati orang lain, mengikis fanatisme buta. Dan yang paling penting, tidak salah memilih musuh. Jangan sampai kita habiskan kebencian hanya untuk orang-orang yang membaca Talqin, orang-orang yang berzikir bersama dan masalah-masalah khilafiyyah lainnya. Hingga tidak lagi tersisa sedikit kebencian untuk Kristenisasi, Israel dan bahkan untuk Iblis sekalipun.

Buku 100% Original Dari Penerbit

Buku Ini Sudah Memberikan Manfaat Kepada Banyak Orang, Apakah Anda Ingin Menjadi Salah Satu Yang Mendapatkan Manfaat Dari Buku Iini?

Tetapi Mohon Maaf Karena Peminatnya Banyak Dan Stoknya Terbatas, Maka Kami Hanya Memprioritaskan Yang Pesan Lebih Awal 

SISA STOK SAAT INI

22

Buku Lagi Yang Ready

Apakah Anda Rela Kehabisan Stok Dan Nggak Kebagian?

Rp. 350.000

Rp.175.000